Kamis, 19 Juli 2012


SRAGEN—Pemerintah belum menentukan dimulainya Puasa (Ramadan), namun Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen sudah menetapkan 1 Ramadan 1433 Hijriyah jatuh pada Jumat 20 Juli 2012. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda) II yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, Minggu (1/7).

Rapimda itu digelar sebagai evaluasi program kerja dan membuat arah kebijakan program untuk satu tahun mendatang. Rapimda kali ini diikuti pengurus PDM Sragen dari unsur pimpinan majelis atau lembaga, organisasi otonom (ortom) tingkat daerah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sragen. Hadir juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr H Ari Anshori.

Ketua PDM Sragen, H Qowam Karim dalam kesempatan itu mengingatkan kepada kepala sekolah (kasek) Muhammadiyah agar menjadikan sekolah sebagai tempat penyemaian kader-kader Muhammadiyah. Dia mengatakan ber-Muhammadiyah merupakan berdakwah, berorganisasi, berjuang dan berjihad serta berkorban.

Wakil Sekretaris PDM Sragen, Irmawan Surat, kepada Solopos.com, Senin (2/7/2012), mengungkapkan 1 Ramadan itu ditetapkan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid yang jatuh pada Jumat Kliwon. Menurut dia, semua warga Muhammadiyah diharapkan untuk mentaati keputusan tersebut.

Selain itu, Rapimda juga memutuskan agar meningkatkan kualitas sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah unggulan mulai SD, SMP, SMA dan SMK.

“Dibidang Kesehatan, Muhammadiyah mengupayakan RS PKU Muhammadiyah Sragen menjadi rumah sakit rujukan pasien. Meningkat peran dakwah Muhammadiyah ditengah masyarakat, di antaranya melalui program yang akan digulirkan seperti pengajian Ahad pagi di tiap PCM. Di samping itu program-program unggulan LAZISMU diharapkan bisa terealisasi, diantaranya pengumpulan zakat Rp 1 Miliar, pendirikan Ponpes Tahfidzul Qur’an dan klinik gratis,” ujarnya.

sumber : solopos.com

0 komentar: